KIMCHI OPPAYA

 


MAKANAN KOREA 
KIMCHI OPPAYA

    Korea Selatan merupakan salah satu negara yang telah berhasil mengenalkan budayanya kedunia Internasional melalui Korean wave atau K-pop. Korea mulai dikenal oleh masyarakat dunia seiring dengan terkenalnya budaya K-pop seperti musik, drama, style dan film. K-pop banyak menarik perhatian para penggemar musik, drama, style dan film Korea Selatan untuk menyukai berbagai hal tentang Korea Selatan, salah satunya adalah makanan Korea. K-food (Korean food) merupakan istilah untuk menyebutkan makanan khas buatan Korea. Beberapa makanan Korea yang terkenal seperti kimci, kimbab, bibimbab, jajangmyeon, bulgogi dan ramyeon serta masih banyak lagi.

    Makanan Korea Menurut Jae Su Kim Presiden aT Korea Agro-Fisheries and Food Trade Corporation “Makanan Korea Saat ini banyak disukai masyarakat dari berbagai bangsa karena memiliki rasa dan penyajian yang khas serta terbuat dari bahan baku yang baik untuk kesehatan tubuh”.  Makanan Korea yang banyak digemari oleh berbagai bangsa yang juga termasuk negara – negara yang mayoritas masyarakatnya adalah muslim. Namun, makanan Korea merupakan salah satu makanan yang banyak mengandung bahan yang diharamkan dalam islam, seperti Samgyeopsal dan Makchang gui, yang terbuat dari daging babi. Adapun meskipun bukan terbuat dari daging babi, makanan Korea yang mengandung bahan berupa daging belum terjamin kehalalannya karena dalam pemotongannya yang belum menggunakan hukum islam.

    Halal merupakan istilah untuk menunjukan benda atau suatu tindakan dalam hukum islam. Istilah makanan halal digunakan untuk menunjuk makanan yang dilihat sebagai makanan yang boleh dimakan menurut hukum islam. Kebalikan dari kata halal adalah haram yang artinya terlarang atau mengandung zat yang terlarang dalam hukum islam. Untuk menghindari makanan haram, umat islam mengkonsumsi produk makanan yang bersetifikasi “halal”. Sertifikasi halal tersebut diberikan untuk produk-produk makanan yang dimana orang muslim dapat mengkonsumsinya dan sesuai dengan syariat islam. Sertifikasi halal berfungsi sebagai pedoman penting untuk mempertahankan hidup secara islami. Namun karena banyaknya jenis produk dan layanan yang berkembang diluar wilayah dunia islam, sulit untuk membedakan antara yang halal dan haram. Hal ini membuat setiap negara memiliki standar halal sendiri.

    Agama islam merupakan agama minoritas di Korea Selatan yang jumlahnya dibawah 1% dari jumlah penduduk Korea Selatan yang berjumlah 50 juta jiwa. Meskipun begitu, makanan halal ternyata juga dijual di Korea Selatan karena banyak wisatawan muslim yang datang ke Korea Selatan terutama ke pulau Jeju. Menurut Ho Zen One dalam acara Trade Talk Experience Halal di World Halal Week (WHW) menjelaskan bahwa 12% dari pengunjung muslim ke Korea Selatan banyak yang datang ke pulau Jeju, sedangkan 62,5% dari pengunjung berasal dari Asia Tenggara. Warga atau wisatawan muslim dapat membeli aneka makanan halal impor ditoko yang dekat dengan masjid atau yang berada didekat tempat tinggalnya. Makanan halal yang biasanya dibeli oleh orang muslim adalah roti, teh atau minuman, susu atau yogurt, sayuran dan buah-buahan. Terdapat 10 restoran Halal di Korea Selatan yang berlokasi di Seoul, Incheon, Jeju dan Basn yaitu Restoran Dubai, Internasional Usmania, Arab, Taj Palace, Wazwan, Salam, Bindya, Arabesque, Samarkand dan Sabana.

    Korea Selatan telah memiliki sertifikasi halal yang dikeluarkan oleh the Halal Commission of Korea Muslim Federation (KMF). Untuk mendapatkan sertifikasi halal ini ada beberapa prosedur yang kompleks dan penilaian yang ketat dari pihak yang berwenang. Korea Selatan telah melakukan beberapa upaya untuk mempromosikan makanan halalnya, seperti melaksanakan seminar dengan para ahli halal. KMF sudah mencapai kesetaraan halal dengan JAKIM (Jabatan Kemajuan Islam Malaysia) pada bulan Juli 2013. Semua makanan Korea yang berlabel halal dapat didistribusikan di Malaysia tanpa ada pembatasan. Pemerintah Korea Selatan berencana untuk mencapai kesepakatan dengan Emirates Authority for Standardization and Metrology (ESMA), mengenai tanda kesetaraan halal dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dengan berkembangnya pasar makanan halal di dunia, semakin banyak Kfood yang mendapat sertifikasi halal . Produk makanan Korea bersetifikat halal yang diekspor ke luar negeri dan dikemas secara instan adalah Orion Choco Pie, Nongshim Shin Ramyun, Nature, Black Bean Calcium Soy Milk, Stawberry Soy Milk, Kimchi, Beaded Ice Cream, Gingseng merah Daedong, Pasta kacang merah Daedoo dan lain-lain. Pada bulan Desember tahun 2014, tercatat 404 produk telah lulus sertifikasi KMF.

    Di Indonesia produk makanan Korea merupakan produk yang paling sedikit mendapatkan sertifikasi halal dibandingkan negara-negara lain seperti China dan Jepang. Direktur LPPOM MUI, Lukmanul Hakim menyatakan bahwa saat ini baru ada 51 perusahaan Korea yang memiliki sertifikat halal LPPOM MUI, dan itu masih jauh dibandingkan dengan makanan produk China yang memiliki 3.572, Singapura 1.924, Swiss 1.277, India 1.138, Jepang 530, Belanda 444, Malaysia 278, Jerman 231, New Zealand 185 dan Thailand 181. Selain itu menurut dari data Halal Industri Development Corporation disebutkan bahwa nilai potensi produk halal disetiap kategori di Indonesia sangat besar, seperti dibidang komestik dan personal care mencapai US$177 miliar, agriculture US$41,5 miliar,pharmaceutical 30,3US$ miliar, logistic 0,17 US$ miliar, travel industri 0,13 US$ miliar.

    Salah satunya adalah kimchi oppaya dimana, kimchi oppaya telah memiliki sertifikat halal dan juga telah terdaftar di BOPM sehingga untuk kualitas makanan dan produksinya tidak mengandung bahan Babi ataupun sejenisnya. kimchi oppaya juga menyediakan berbagai jenis makanan, dampai dengan gorengan khas dari korea dengan bumbu dan bahan-bahan yang tentunya memiliki cita rasa korea banget, selain itu juga kimchi oppaya memproduksi saus-sausan setiap harinya, berbagai jenis saus yang di proses baik itu seperti saus jajangmeyon, saus dakgalbi, saus topoki original dan spicy, saus chiken korea dan masih banyak lagi diantarnya, selain saus-sausan yang dibuat, kita juga memproduksi danmuji dan juga memproduksi kimbab serta gimari bahkan juga memproduksi berbagai jenis sawi.

kimchi oppaya ini telah berdiri selama kurang lebih 5 tahun dan dipimpin langusng oleh owner yang berasal dari korea. perjuangan yang tidak mudah untuk mencapai sesuatu yang sangat baik sampai hari ini, berkat dukungan dan orang-orang yang mau bekerja keras selama dia bekerja di perusahaan kimchi oppaya sehingga menciptakan perusahaan kimchi oppaya yang seperti sekarang ini, tidak ada perusahaan yang dikenal dengan baik tanpa ada orang-orang hebat didalamnya, 

    kimchi oppaya juga menyediakan berbagai jenis makanan korea yang tentunya sudah halal dan juga sudah ber BPOM, selain kimchi opaya yang terletak di cengkareng jakarta barat, kini kimchi oppaya telah membuka cabang baru di serpong utara tepatnya di jalan raya paku alam serpong utara sebelah kios unggas. untuk rasa dan juga kualitas makanannya 100% sama dengan tempat utama karena semua bahan diambil dari tempat utama.

klik link dibawah ini untuk melihat toko kami:

shoppe

tokopedia

bli-bli

Lazada


Komentar